Selamat Datang Pembaca

Tentang Mimpi dan Berbagi
Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap. Tampilkan semua postingan

03/04/12

Anak yang Baik Berawal dari Ibu yang Baik

“Sholih, kardus makanannya jangan diacak-acak, kasian Amahnya cape ngeberesin!! Ayo dong, anak sholih itu selalu denger apa kata Umminya..” pinta Ummi sambil meraih tangan si kecil Riki untuk menjauh dari tumpukan kardus-kardus makanan.

Saya yang sedang melipat kardus tak jauh dari Riki, tersenyum. Ada sebuah perasaan tentram ketika saya memperhatikan betapa Ummi tak pernah mengeluarkan suara lantang bahkan saat Riki, si bungsu yang belum juga genap enam tahun, melakukan kenakalan. Begitupun Ummi selalu memanggil nama anak laki-laki satu-satunya dengan sebutan sholih.

Hal ini sangat berbeda dengan apa yang pernah saya lihat atau dengar pada kasus orang tua dan anak lainnya. Tak sedikit para Ibu memarahi si kecil yang berulah dengan memaki-makinya, menyebut sang anak dengan panggilan yang sungguh tidak pantas. Bahkan ada pula yang berakhir dengan sentuhan tangan. Saya jadi berpikir, apa kiranya yang hendak ditanamkan oleh sang Ibu bagi anaknya? Anak kecil itu menyerap semua yang dicontohkan oleh kedua orang tuanya. Maka tak heran bila akhirnya sang anak berperilaku tidak sopan, orang tuanya pun tidak mengajarkannya arti sopan santun.

Keluarga adalah sekolah pertama seorang anak, terutama sang Ibu. Orang tua bertanggung jawab dalam membentuk karakter dasar seorang anak. Sebagaimana sebuah hadits mengatakan bahwasanya seorang anak lahir dengan keadaan suci, orang tuanyalah yang akhirnya bertanggung jawab menjadikan ia majusi, kafir atau beriman.

Sosok Ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak. Padanyalah sang anak akan belajar, sehingga bila ingin anak yang baik maka jadilah seorang Ibu yang baik. Dalam hal mendidik anak, sebuah panggilanpun akan sangat besar pengaruhnya. Saya pernah mendengar pada sebuah percobaan, nasi yang diumpat oleh perkataan negatif akan cepat membusuk dibanding dengan nasi yang diperdengarkan kalimat-kalimat positif.

Saya teringat pengalaman salah satu teman asrama saya. Waktu itu, si ukhti yang memang berasal dari Subang sedang memfermentasi sari nanas untuk dijadikan nata de nanas, (lupa kalo nata yang dibuat dari nanas apa ya namanya? J). Dia meminta saya dan teman-teman satu blok untuk mengucapkan kata-kata positif bila berada di kamarnya. Dasar saya yang jail, saya malah sengaja mengeluarkan kata-kata negatif, bilang jelek lah, gak akan berhasil dan sebagainya. Teman saya itu merajuk, “Teh Thya, jangan bilang gitu! Nanti dia merespon..”

Kalau dipikir-pikir, benda mati saja sangat terpengaruh oleh sebuah sugesti kalimat, apalagi seorang anak kecil, manusia berhati dan berakal. Hemm..jadi Ibu-Ibu dan calon Ibu, panggillah darah daging kita dan kalian sendiri dengan panggilan yang bagus, biar jadi do’a.

Lalu bagaimana agar menjadi Ibu yang baik? Tak lain adalah dengan pendidikan, baik itu pendidikan agama maupun umum. Makanya, pendidikan itu penting bagi seorang wanita. Gak mungkin dong bisa menghasilkan generasi brilian dari seorang Ibu yang tidak terdidik?? So, yuk kita jadi Ummi yang baik untuk si buah hati.

Saat saya menikah nanti dan punya anak, semoga saya sudah menjadi seorang Ummi yang baik. Jadi teringat kuliah PAI semester 3, sang dosen waktu itu berujar, salah satu hak seorang anak adalah ayah dan ibu yang baik. Makanya cari jodoh yang sholih! J
Abi, di senja nanti kita bersua..
Hahaa...geli banget ya??

27/03/12

Haven't Met You Yet - Michaele Buble

I’m Not Surprised
Not Everything Lasts
I’ve Broken My Heart So Many Times,
I Stop Keeping Track.
Talk Myself In
I Talk Myself Out
I Get All Worked Up
And Then I Let Myself Down.

I Tried So Very Hard Not To Loose It
I Came Up With A Million Excuses
I Thought I Thought Of Every Possibility
And I Know Someday That It’ll All Turn Out
You’ll Make Me Work So We Can Work To Work It Out
And I Promise You Kid That I’ll Give So Much More Than I Get
I Just Haven’t Met You Yet

Mmmmm ….

I Might Have To Wait
I’ll Never Give Up
I Guess It’s Half Timing
And The Other Half’s Luck
Wherever You Are
Whenever It’s Right
You Come Out Of Nowhere And Into My Life

And I Know That We Can Be So Amazing
And Baby Your Love Is Gonna Change Me
And Now I Can See Every Possibility

Mmmmm ……

And Somehow I Know That It Will All Turn Out
And You’ll Make Me Work So We Can Work To Work It Out
And I Promise You Kid I’ll Give So Much More Than I Get
I Just Haven’t Met You Yet

They Say All’s Fair
And In Love And War
But I Won’t Need To Fight It
We’ll Get It Right
And We’ll Be United

And I Know That We Can Be So Amazing
And Being In Your Life Is Gonna Change Me
And Now I Can See Every Single Possibility

Mmmm …..

And Someday I Know It’ll All Turn Out
And I’ll Work To Work It Out
Promise You Kid I’ll Give More Than I Get
Than I Get Than I Get Than I Get
Oh You Know It’ll All Turn Out
And You’ll Make Me Work So We Can Work To Work It Out
And I Promise You Kid To Give So Much More Than I Get
Yeah I Just Haven’t Met You Yet

I Just Haven’t Met You Yet

Oh Promise You Kid
To Give So Much More Than I Get

I Said Love Love Love Love Love Love Love …..
I Just Haven’t Met You Yet
Love Love Love …..
I Just Haven’t Met You Yet



Saya hanya belum bertemu denganmu,
Ketika masa pertemuan itu datang, saya yakin kita akan bertumbuh bersama.
 
Sangat menantikan masa pertemuan itu segera tiba,
hehee..

26/03/12

Jumat Siang, 23 Maret 2012

Alarm sudah saya pasang pukul 13.50 wib. Niatnya biar gak kebablasan tidur dan bisa berangkat latihan padus. Maklum H-1 jelang lomba, saya merasa tim padus kami belum maksimal. Masih lupa-lupa lirik, masih lupa aransemen lagu dan gerakanpun masih kacau balau. Lelah sih, dari seminggu ini badan saya terasa remuk. Bunda tersayangpun sudah bertanya-tanya sejak kemarin kapan saya pulang. Sayangnya, kerinduan saya akan rumah  harus tertahan sampai besok sore. Demi memberi “warna” untuk jurusan, saya semangat buat latihan. Tapi udah maksa-maksain melek dan pake kerudung tanpa cuci muka dulu, ternyata latihannya diundur gak tahu kenapa.

Kecewa, tentu saja. Bukan kemenangan sebenarnya yang jadi tujuan, saya ingin proses yang maksimal. Belajar bertanggung jawab atas pilihan yang sudah diambil. Ketika kami memutuskan untuk ikut lomba paduan suara dan mengatur jadwal latihan, disanalah perlu konsistensi. Sebanyak pengorbanan sebanyak itulah hasil yang akan kita peroleh. Sebanyak lelah, maka akan sebanyak itulah kenikmatan saat kita beristirahat. Entah nanti warna apa yang bisa saya gariskan untuk jurusan saya. Di akhir-akhir keberadaan saya di Djuanda, ingin rasanya hanya mengumpulkan kisah-kisah yang menyenangkan. Merah, kuning, hijau, seperti lengkung pelangi. Sebuah keceriaan dan hal-hal yang membuat riang.

Dulu saya pernah menyatakan mosi tidak percaya terhadap jurusan. Saya sempat tidak mempunyai sense of belonging terhadap jurusan saya sendiri. Awalnya karena faktor internal saya yang merasa gak cocok di Agribisnis, tapi lama kelamaan, saya mulai kerasan di Agribisnis. Sekarang saya hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan semua teman jurusan saya. Istilah kerennya, seru-seruan gitu deh.

Anak Agribisnis itu unik dan punya warna tersendiri. Tentu, kehadiran saya menambah semarak pelangi Agribisnis. J Senang rasanya bisa bertemu dan berbagi takdir dengan kalian. Apalagi akhwat-akhwatnya, terima kasih sudah mewarnai saya dengan beragam kebaikan. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bisa bertemu dengan kalian. Entah seperti apa saya bila gak ketemu mereka, mungkin masih berkostum baby doll berbalut jeans pensil. Yah, hidayah itu ternyata ku temukan saat bersama kalian.

Selepas dari sini, selepas takdir kita bertaut, garis kehidupan kita akan kembali berpencar dan mungkin kembali saling menjauh. Di masa mendatang nanti, ingatlah hari ini. Hari dimana kita saling mengisi dan bertumbuh dalam kebersamaan. Uhibbukumfillah.. J

Kamu sangat berarti
Istimewa dihati
Selamanya rasanya
Bila tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini..

Teruntuk: Ateu Asti Saraswati, Bu Erte Iis Sholihah, Mamake Mae Ira Maisyarah, Teh Cipa Asy- Syifa Ni’matu Robbi, Mba Mega Tri Megasari, Mba Fitahul Barokah, Teh Nia Kurniawati, Teh Ima Yunita Sari dan Teh Neng Nurul Luthfitasari serta seluruh mahasiswa Agribisnis angkatan 2009.

Penuh cinta, Nice to meet you!!


Kamar pengasingan
Asrama Mar’atus Sholihah
Ty.L

Cek Kepribadian, Tes...Tes!!

Aloha, bertemu lagi dengan saya. Jangan bosen-bosen yah! Salah sendiri buka blog saya, jadi ketemu kan? Sebenarnya saya bikin blog buat seru-seruan aja, hanya sebuah media untuk saya mengabadikan setiap unforgettable memory yang saya alami atau sekedar curhat ketika penyakit saya sedang kumat. Tapi, sekali waktu pengen juga sih orang-orang tahu apa yang saya tulis, jadi kadang dipsoting juga ke facebook, berharap ada yang ketok-ketok di pintu blog saya.  Jadi silakan, kalau berkenan, kunjungi blog saya.
Kalau ingin tahu siapa saya, cukup baca blog saya kok. Gak perlu nanya mbah dukun atau pedekate gombal gembel. Saya orangnya introvert lho, gak gampang akrab sama orang. Sampe langit runtuh, gak bakal nanya duluan, kecuali kalo lagi konslet, saya bisa jadi makhluk sanguinis. J
Tahu gak, selain dunia sastra dan jurnalistik, saya sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau personality. Seneng banget dengan semua hal yang berkaitan dengan kepribadian. Makanya tak heran dulu saya ngebet banget pengen kuliah jurusan psikologi. Sepertinya menyenangkan bisa mengenal banyak karakter individu. Lagipula, memperlakukan setiap orang sesuai dengan karakternya adalah kunci sukses dalam bersosialisasi. Memahami karakter orang lain akan menghindari kesalahpahaman dan su’udzon kita ke orang tersebut.
Ngomong-ngomong kepribadian, saya merupakan salahsatu tipikal phlegmatis sempurna. Apa sih maksudnya? Yaitu kepribadian dengan dominan phlegma diikuti melankolis. Aduh, saya bingung jelasinnya. Pokoknya, orang phlegmatis itu datar, tanpa ekspresi, penghindar konflik namun penyeimbang karena dapat dipastikan bisa berkongsi dengan tipikal orang jenis apapun. Hahaa..
Phlegmatis itu orangnya ngangenin,baik, cantik,hehee (fiktif banget!! Yang ini boong yah? Sayanya aja yang narsis). Untuk lebih lengkapnya silakan cari saja di mesin pencari mas google tentang phlegmatis.
Suatu hari waktu kuliah Studi Kelayakan Bisnis, dosen saya yang cantik dan berjiwa muda, Ibu Arti ngejelasin tentang kepribadian. Entah lupa dari mana awalnya studi bisnis jadi nyambung ke situ, tapi saya sih seneng-seneng aja. Dosen saya ngasih empat gambar, yang pertama gambar titik, kedua gambar garis vertikal berjajar semakin tinggi, ketiga gambar garis vertikal dan horizontal yang mau tabrakan tapi gak jadi (aduh, apa sih maksudnya??) dan gambar terakhir gambar lengkungan.
Jreng,jreng.. dosen saya meminta setiap mahasiswa memilih salah satu dari keempat gambar tersebut dan membuat gambar terusan dari gambar yang sudah dipilih. Coba tebak, saya pilih gambar yang mana? Hening sejenak dan...bener! tepat, seratus! Saya gak pilih gambar titik! Penuh percaya diri, saya pilih gambar lengkung dan mulai membuat bunga dari lengkungan tersebut.
Ternyata yang pilih gambar lengkungan adalah tipikal orang yang  ramah, kalau dipekerjaan, katanya sangat cocok ditempatkan di bagian yang berhubungan dengan costumer. Tapi si lengkungan ini sangat membutuhkan panutan dan lindungan, gak bisa jalan sendiri. Hemm, sedikit banyak begitulah tipikal orang jenis lengkungan. Dipikir-pikir, iya sih, saya banget! Saya adalah tipikal orang yang butuh sebuah bimbingan, lebih membutuhkan pengakuan diri dan eksistensi daripada gelimpangan materi (tapi bukan berarti saya gak butuh uang ya, J).

Cuap-Cuap Film

Saya kehilangan semangat buat ngerjain tugas film. Hemm, entah, apa saya bisa bertahan di proyek yang katanya bisa sampai memakan waktu delapan bulan ke depan ini. Seneng sih sebenernya join di proyek penggarapan film ini. Hal baru plus pengalaman baru. Meski terbilang nol di dunia perfilman, saya excited sekali. Tapi, malam ini mood saya benar-benar kacau, padahal harus buat selebaran untuk proses audisi tokoh film.
Ngomong-ngomong soal film, saya baru saja selesai nonton film dari negeri Jepang. Judulnya “My Boss My Hero”. Mungkin ada diantara kalian yang sudah nonton film ini, mungkin juga ada yang malah baru denger judulnya. Hemm, jadi pengen bedah film! Iya ah, daripada stress ngerjain deadline, mending refresh dulu..
Kalau tebakan saya sih, itu film dirilis sekitar tahun 2006-2007. Mengangkat kehidupan seorang anak kepala geng mafia Kantou Fang Sharp, bernama Sakaki Makio. Meski anak seorang kepala mafia, dia itu bodoh dan terpaksa harus kembali bersekolah bila ingin menjadi penerus organisasi geng mafia sang ayah. Makio tidak rela bila harus adiknya, Sakaki Mikio, yang menjadi penerus ayahnya. Singkat cerita, Makio pun akhirnya masuk ke kelas tiga-A SMA Saint Agnes dan berpura-pura menjadi pelajar berusia 17 tahun, padahal dia sudah berumur 27 tahun loh.
Awal-awalnya, Makio sangat tidak kerasan bersekolah. Baginya pergi sekolah dan belajar adalah omong kosong. Pertemuannya dengan Sakurakoji, salah seorang murid 3-A perlahan-lahan mengubah cara pandangnya. Makio, yang akrab dipanggil Makky oleh Sakurakoji, akhirnya menemukan perasaan bahwa sekolah itu menyenangkan. Ia mengajukan diri menjadi ketua kelas 3-A dan melakukan banyak perubahan pada kelasnya tersebut.
Makky berhasil menjadi ketua kelas yang bertanggung jawab, ia pun menyukai salah seorang teman perempuannya yang bernama Umemura Hikari. Namun, ia segera sadar bahwa jalan hidupnya adalah tetap mendedikasikan diri sebagai seorang Yakuza (mafia). Film ini memberi banyak pelajaran. Salah satunya adalah tentang peran pendidikan. Sekolah bukan hanya sekedar tempat pendistribusian ilmu dan pengetahuan. Lebih dari itu, sekolahpun bertanggung jawab dalam pembentukan karakter seorang individu.
Dalam film tersebut sangat jelas terlihat, bagaimana seorang guru dan pihak sekolah bahu-membahu dalam mendorong keberhasilan murid. Asalkan berusaha pasti berhasil. Selain itu, film tersebut seolah ingin menyampaikan kepada para penonton bahwa masa muda adalah masa-masa yang penuh semangat. Masa yang bergairah untuk mencapai semuanya. Penuh ikatan persahabatan, perjuangan bersama, cita dan cinta. Masa muda bukan untuk disia-siakan tapi untuk diperjuangkan untuk meraih masa depan yang masih misteri.
Dari film, kita bisa belajar kebudayaan yang dianut oleh suatu masyarakat. Film merupakan pencitraan kehidupan sehari-hari segolongan sosial. Menonton film “My Boss My Hero”, kembali membuka mata saya betapa Jepang memang negara yang siap menang dan bermental juara. Pendidikan sangat diutamakan dan kehidupan adalah ujian yang harus matang dipersiapkan agar dapat dilalui. Pada film tersebut, seluruh karakter pemain dicitrakan berpikiran positif dan rajin penuh semangat. Ada kisah cinta yang manis menggigit, namun tidak melulu berisi romansa, karena toh hidup tak melulu soal cinta. Apalagi untuk para remaja, ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar perasaan merah jambu.
Bagi yang belum pernah lihat film ini, saya rekomendasikan untuk menontonnya. Asli! Ada sesuatu yang bisa kita ambil usai menonton film ini. Salah satunya adalah semangat hidup dan berpikiran positif.
Saya berharap, Indonesia bisa menciptakan film-film atau mungkin sinetron-sinetron yang juga bernilai. Bukan cuma menayangkan hantu-hantu berbalut aksi porno, juga bukan sekedar kisah cinta picisan anak SMA yang saling iri dan sikut sana-sini, atau kisah ibu-ibu bapak-bapak yang rebutan anak dan harta, apalagi kisah yang terlihat agamis namun ternyata tidak syar’i. Bukan, jelas bukan!! Masyarakat kita butuh panutan yang benar. Saya yakin bangsa kita tak serendah yang tergambar di film-film dan sinetron yang umum wara-wiri di layar TV.
Masih ada yang bisa dibanggakan dari negeri. Jadi untuk para sineas tanah air, tampilkan wajah bangsa kita yang luhung dan bermoral. Bantu didik bangsa ini menjadi bangsa yang berkepribadian anggun dan bermental juara dengan menyajikan tayangan yang bukan sekedar tontonan, tapi juga tuntunan. J
Wah, keren yah sambungannya! Dari proyek film yang tengah saya ikuti, ujung-ujungnya nyerempet dikit ke dunia perfilman Indonesia. Baiklah, sayonara. Sampai ketemu saya lagi di pembahasan yang lain.
Bye.bye.

21/03/12

Haus Wi-Fi

Sumpah, malem ini seneng banget!! Kenapa coba? Jreng, saya menemukan Wi-Fi. Ibarat orang yang kelaperan nemu makanan, saya ganas beringas buat ngisi blog. Sudah lama tulisan kacau saya tidak terposting, cuma jadi pemberat netbuk chingu saya ajah. Tapi, akhirnya malam ini, tulisan saya membludak juga di layar blog!! Meskipun gak up to date lagi, yang penting blog saya penuh.
Haahaay, asiiik!!!
Maklum, modem saya sudah lama ditidurkan kehabisan pulsa dan kebetulan bulan ini merupakan bulan tercekak sepanjang hayat. Too much!! :)) Makanya dari kapan tahu, saya melakukan pencarian Wi-Fi. Akhirnya, malam ini aku menemukannya!!
Horeee!! pamparampampam...

Ahad, 18 Maret 2012

Tidak seperti minggu-minggu biasanya, Ahad malam ini saya ada di asrama. Hemph, adalah jarang menemukan seorang Thya Larasaty berada di asrama pada hari Minggu, karena dapat dipastikan bahwa remaja tua berwajah kanak satu ini selalu menghabiskan weekendnya di rumah tercinta di bilangan Cicurug. Kalian tahu dimana itu Cicurug? Yap, daerah semi metropolitan di Kabupaten Sukabumi bagian terluar.hehe
Minggu ini, saya urung pulang karena mengikuti workshop Jurnalistik di Universitas Ibnu Khaldun. Saya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, saking semangatnya saya dan salah satu rekan saya jadi peserta paling pagi datang ke tempat acara. Meja regsitrasi belum siap menerima tamu, modul masih belum selesai diperbanyak bahkan konsumsipun belum ada, padahal did you know? Saya kelaparan sekali, berharap di workshop itu dapet sedikit pasokan makanan buat cacing-cacing saya yang udah ganas bikin perut saya porak poranda alias perih bangedhh. Hehe, too much !!
Workshopnya seru, asik dan yang paling penting konsumsinya cukup untuk menenangkan peliharaan perut saya (akhirnya dapet juga.com). Di acara itu, saya dapet banyak pengetahuan seputar blogging, editing video sampe gimana caranya buat radio streaming. Sebenarnya sih, kalo mau jujur-jujuran, waktu yang tersedia sangat kurang, jadi walhasil yang dijelaskan hanya yang mentah-mentahnya saja. Tapi secara keseluruhan saya cukup puas. Apalagi yang buat saya terkagum-kagum adalah pengisi workshopnya ternyata satu angkatan dengan saya. Wuiihh, keren banget! Saya jadi ingin malu, diusia segini, saya belum melakukan sesuatu yang luar biasa.
Tuh kan mulai lagi!! Penyakit inferior saya kumat lagi, merasa diri tidak berarti dan hanya menjadi golongan kedua. Kalian pasti gak tahu kalau dalam diri saya ada perasaan semacam itu. Secara chasing luar saya tampak kuat ya? Don’t look the book from the cover, penampilan itu kadang menipu, sob!! Tapi saya gak butuh dikasihani, saya bisa kuat! Kalian hanya perlu kasih kepercayaan bahwa saya bisa. Setiap orang itu memiliki golden timenya masing-masing dan saya percaya bahwa yang perlu saya lakukan adalah tidak berhenti melangkah karena kita tak pernah tahu pada langkah ke berapa keberhasilan itu datang menyapa kita. So, keep going on! cumunguddhh eaaa Thya!!!!
Satu hal yang penting dari keikutsertaan saya di workshop tersebut adalah saya harus semangat menjaga mimpi saya. Menjadi seorang penulis dan kontributor majalah. Yah, meskipun orientasi pendidikan yang saya tempuh saat ini jauh dari dunia jurnalistik, tapi bukan kesalahan bila akhirnya saya memutuskan ingin berkecimpung di dunia tersebut. Saya hanya perlu yakin bahwa saya bisa. Meskipun saat ini saya masih jadi jurnalis kacangan yang mungkin belum punya media dan belum diperhitungkan, tapi itu bukan alasan untuk saya berhenti menulis. Man Jadda Wa Jada, siapa yang bersungguh-sunggu pasti akan berhasil! Ingat itu Thya.
Baiklah, untuk semua orang di pelosok bumi ini, peluk eratlah mimpi kita meski saat ini mimpi kita tampak tidak realistis. Bagi saya dan pasti bagi kita semua, mimpi adalah salahsatu yang membuat kita bertahan hidup. Dreaming For Life. TyL.
Malam ini gak tahu kenapa, bawaannya pengen mellow. Sendiri, di Studio Agribisnis bener-bener mendukung untuk menyepi. Sebenernya banyak kerjaan, tapi selepas pulang praktikum hortikultura tadi siang, ini badan rasanya remuk! Aish, saya lagi-lagi disadarkan bahwa bertani bukanlah pekerjaan yang mudah. Maka dari itu sodara-sodara dan para petinggi, hargailah petani, buat mereka sejahtera! :) Belum lagi, suhu tubuh badan yang tiba-tiba menghangat dan kulit tangan yang mengelupas, waduuhh, perihnya sangat! Tapi selelah dan serusak apapun, rasanya senang melihat bahwa saya punya lahan bercocok tanam.
Menginjak tanah basah dengan bertelanjang kaki, mengangkat cangkul dengan bulir-bulir keringat yang berjatuhan, meninggikan tanah, mengelola lahan dibawah payung langit biru, menebar pupuk, sayang, belum sampai pada tahap menanam. Ahhh, alangkah senang hati melihat nanti saya akan memanen cabe!!
Ternyata benar ya, bercocok tanam itu salah satu terapi stress. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengar kisah bahwa berkebun dan sebagainya sangat cocok untuk terapi bagi orang-orang yang kehilangan semangat hidup, yang tengah terpuruk dan jatuh. Saya sendiri merasakannya sendiri, ketika sedang mengolah lahan untuk bercocok tanam, seperti ada perasaan harapan, semangat untuk kembali bertumbuh.
Bercocok tanam itu ibarat membangun sebuah kehidupan. Membangun kembali sebuah harapan, mengapa? karena saat kita menanam, maka akan muncul sebuah harapan kita akan memanen hasilnya nanti. Begitupun kehidupan, semangat hidup harus selalu ditumbuhkan, bahwa selalu ada harapan diujung jalan sana. Akan selalu ada mimpi yang akan berubah menjadi kenyataan. Percaya bahwa semua mimpi pasti akan terwujud, hanya saja mungkin dengan cara dan nuansa yang berbeda.
Mewujudkan mimpi memang perkara yang tidak mudah. Butuh kegigihan dan usaha luar biasa. Tapi tak perlu ragu, Allah Maha Pemurah dan Baik Hati. Sepanjang kita melakukan usaha, akan ada balasan bagi jerih payah kita. Mimpi bukan hanya soal hasil, tapi proses panjang bagaimana kita menggapainya. Bagi saya, sekalipun bila mimpi itu tidak terwujud, menjalaninya saja sudah membahagiakan. Terkadang, ada mimpi yang akan tetap indah bila selamanya menjadi mimpi.
So Keep Dreaming, For Life.
Bagi saya dan mungkin bagi kita semua, mimpi adalah satu lagi alasan yang memaksa saya untuk bertahan!

15/02/12

Derita!!!

Derita emang suka sama seleb, apalagi sekaliber Yoo Ah In, aktor Korea yang makin bersinar setelah membintangi drama Korea Sungkyunkwan Scandal. Hayoo, siapa yang gak tahu? Buat para penggemar K-drama tentu gak akan asing lagi ngeliat gimana cool-nya Yoo Ah In memerankan tokoh Geol Oh. Berkat drama itu pulalah saya jatuh cinta pada cowok kelahiran 06 Oktober 1986 itu.

Yup, awal pertemuan saya dengan Oppa adalah secara tak sengaja waktu itu lagi ada di rumah, iseng-iseng nonton film Korea yang emang rutin tayang di Indosiar. Pas kebetulan lagi tayang tuh film sungkyunkwan scandal, lebih kebetulan lagi, pas banget scene Geol Oh yang kena panah menjelang hajatan dae sa rae di kampus sungkyunkwan. Ah, disitulah saya mulai jatuh cinta. Love at the first sight. Cakepnya pas, maskulin, cool  banget deh. Semenjak itu jadi rajin searching segala hal tentang Oppa YAI, mulai dari profile sampe drama dan film apa aja yang pernah dibintangi dia. Walhasil di netbuk saya yang dengan penuh cinta saya kasih nama Chingu, lumayan banyak juga koleksi foto Oppa YAI.

Suatu hari Ayah saya sewot melihat pemberitaan Taechyeon yang mampir ke Jakarta. Bukan karena Taechyeonnya, tapi karena sangat histerisnya para remaja putri menyambut kedatangan salah satu pentolan 2PM itu. Ayah saya berkata kurang lebih seperti ini, "udah salah kaprah barudak ayeuna mah, ngefans kanu kitu,". Merasa juga sebagai salah satu pelaku pecinta aktor Korea, saya tersindir.

Dipikir-pikir iya juga sih, cape-cape ngefans, searching segala pemberitaan tentang Oppa, nyari foto, gabung di akun FB sama twitternya, toh dia gak kenal saya. Mungkin kata Oppa, siapa loe?? Cewe mungil dengan baju serba kebesaran. hahhaa.. Tapi tetep aja kalo liat fotonya geregetan. Abis cute banget sih, apalagi waktu 3 tahun yang lalu sekitaran umur 21-22an, euleuh..so young!

Belum lagi para perempuan yang ngefans sama Oppa jumlahnya bejibun. Mungkin di kelompok pertemanan saya, hanya saya yang mampu melihat pesona Oppa, tapi di luar sana, ajibbb!! sampe ngumbar kata-kata saranghae dimana-mana. hiks. Aku cemburu.

Rasanya pengen pensiun jadi salahsatu fansmu, Oppa. Tapi Oppa adalah salah satu yang bikin saya semangat belajar bahasa korea, bikin saya semangat buat menginjakkan kaki di negeri ginseng, bukan untuk ketemu Oppa. Saya neomu neomu ingin menimba ilmu di sana sambil mencari rahmat Allah, syukur-syukur ketemu Oppa sih.hehee.

Oppa, saya belum mau pensiun jadi fansmu. Semoga Oppa dapet hidayah. :))

Soundtrack Film Sampai K-Drama

Dalam sebuah film keberadaan lagu soundtrack menjadi sangat esensial, karena ibarat sayur tanpa garam, lagu soundtrack merupakan bumbu penyedap. Keberadaan lagu soundtrack dirasa mampu memperkuat kesan yang ingin disampaikan dalam film tersebut. Bila jalan ceritanya sedih, maka lagu atau musik pengiring akan menambah suasana haru dibanding hanya sebatas laku dan kata para pemainnya, begitupun saat adegan bahagia, akan semakin semarak diiringi lagu yang gempita.
Lagu soundtrack merupakan salah satu penguat keberhasilan film, sehingga bukan sekedar menempelkan lagu pada sebuah adegan, tetapi memilih lagu yang mampu mewakili dan menguatkan isi dari film tersebut. Aahh, apa jadinya bila film tanpa soundtrack, pasti akan sepi dan monoton. Kisah persahabatan Cinta, Alya, Maura dan Karmen tentu tak akan manis bila tanpa diiringi lagu Ku bahagia gubahan Melly Goeslaw,  kisah laskar pelangi pun tak akan semenggebu novelnya tanpa lagu yang dibawakan Nidji, termasuk film-film lainnya.
Berbicara tentang soundtrack film, tak sedikit lagu soundtrack yang booming dan laku keras di pasaran bahkan menyaingi filmnya sendiri. Dari produk domestik kita tahu film Ada Apa dengan Cinta, film yang disebut-sebut mengawali bangkitnya perfilman Indonesia, yang tayang saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar kalau tidak salah. Soundtrack film ini dibuat oleh salah satu pencipta lagu handal Indonesia, Melly Goeslaw. Melalui tangan dinginnya, lagu soundtrack dalam film tersebut berhasil menjadi hits pada masanya, seperti ‘Ada apa dengan cinta’, ‘denting’, ‘ku bahagia’ dan ‘Suara Hati Seorang Kekasih’. Saya termasuk salah satu fans soundtrack film tersebut. Bahkan sampai saya sekarang, duduk di semester 6 perkuliahan lagu tersebut masih ear catching sekali.
Selanjutnya film Ayat-Ayat Cinta, yang diangkat dari sebuah novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy dengan judul yang sama. Soundtrack film ini dinyanyikan oleh Rossa dan berhasil merebut perhatian khalayak sebagaimana filmnya menghipnotis masyarakat yang tergila-gila dengan sosok Fachri. Lalu ada film Laskar Pelangi. Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga. Bersyukurlah pada yang Kuasa, cinta kita di dunia, selamanya. Siapa yang tak tahu lagu tersebut?? Nidji sukses menjadi pengisi soundtrack film yang diadaptasi dari novel Andrea Hirata.
Nah, kebetulan akhir-akhir ini saya sedang addicted dengan drama-drama dari negeri Ginseng. Selama mengisi liburan semester, saya dimanjakan oleh drama-drama Korea. Seperti film-film yang saya sebutkan di atas, drama Korea pun tak lepas dari lagu soundtrack. Bahkan ada beberapa lagu yang tiba-tiba saya suka karena pertama dengar dari sebuah drama Korea. Pernah denger drama Korea Endless Love? Atau judul internasionalnya adalah Autumn in Heart. Saya gak tahu judul lagu dan penyanyinya, tetapi soundtrack drama yang pertama kali saya lihat saat masih SD tersebut benar-benar ngeblind dengan filmnya. Enak didenger dan sama-sama menyentuh seperti filmnya. Kalau boleh saya bilang, lagu soundtrack tersebut benar-benar mewakili perasaan dalam drama tersebut. Meskipun sama sekali tak tahu artinya, tapi benar-benar sampe ke hati. Gak percaya? Tonton filmnya, dengerin lagunya.
Juga drama Korea He is Beatifull, Naugthy Kiss, My Girl Friend is Gumiho, Sungkyunkwan Scandal dan yang terakhir, yang baru saja saya selesaikan, Dream High. Setiap kali menonton pasti selanjutnya adalah saya hunting lagu-lagu yang mengisi drama tersebut. Meski gak ngerti, tapi beruntungnya telinga saya tidak mempersyaratkan harus mengerti bahasanya baru lagu tersebut layak untuk dinikmati. Toh lagu punya keajaiban tersendiri, seperti roh yang bisa merasuk. Asalkan dinyanyikan dari hati, maka akan sampai ke hati. Berapa banyak lagu impor yang kita suka meski kita tak tahu artinya? Seperti salah seorang guru saya yang pernah bertanya seperti ini, pernahkah kita merasa sedih atau senang mendengar sebuah lagu non Indonesia padahal kita tak tahu pasti artinya??
Lagu soundtrack sama halnya dengan lagu-lagu lainnya. Tapi menurut saya ada kelebihannya, lagu soundtrack memiliki daya imajinasi yang kuat, menciptakan kenangan yang kuat, karena saat lagu itu diputar maka sekelumit adegan film akan tergambar jelas. Kalau sebuah film berkesan, maka hanya dengan mendengar soundtracknya saja, seolah-seolah kita tengah menonton film itu kembali. Toh biasanya, film bagus pasti soundtracknya bagus pula.
Yah, ini cerita saya. Bagaimana dengan kamu?
Berikut ini, potongan salah satu lagu favorit saya dari drama Korea Dream High. Lagu ini dinyanyikan waktu penilaian penyampaian lagu akhir bulan di sekolah seni Kirin oleh Jason. Sebelumnya juga ,dengan bermain piano Jason menyanyikan lagu ini diintip oleh Hyu Mi dan Pil Suk. Eh, Pil Suk juga pernah nyanyi lagu ini dengan iringan gitarnya yang soft banget.
Judulnya Jugodo Mot Bonae / Can’t Let You Go If I die, dinyanyikan oleh 2AM
Jugodo mot bonae, naega eotteokhe neol bonae
Garyeo geodeun ttoenaryo geodeun nae gaseum gochyeo nae
Apheuji ankhe na saragal surado itge
Andwedamyeon eucaphi ussal gol
Jugodo mot bonae

14/02/12

Sebentuk Luka

Ada yang ingin ku katakan, tapi aku tak cukup mampu menguraikan rasa sakit ini. Aku terseok-seok, menutupi resah ini dengan sekulum senyum. Berulang kali aku rapal bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa aku bisa berjalan lancar, tapi aku lelah, nyatanya semuanya jelas tidak baik-baik saja, ada yang tidak beres dengan diri ini. Jelas ada rasa takut dari dalam diri ini, tapi aku tak tahu dimanakah letak kekhawatiran itu.
Mohon, tanya aku. Jangan biarkan aku dalam gelap ini. Aku tertawa tapi nyatanya aku terluka. Mohon jangan tertipu dengan senyumku ini. Aku memang jago berakting, lebih hebat dibanding aktor manapun. Tapi ini sungguh tidak menyenangkan. Aku ingin menangis, tapi tak ada hal yang cukup memaksa ku untuk mengeluarkan air mata. Akhir-akhir ini aku selalu merasa ingin melihat kisah, film, drama atau sekedar lagu  yang sedih, agar ada alasan untuk aku menangis. Padahal nyatanya aku tengah menangisi diri sendiri.
Pepatah bijak mengatakan jangan menyerah, orang-orang disekelilingku pun mengatakan hal demikian. Harusnya mereka tahu bahwa di dunia ini ada orang-orang yang butuh letupan semangat di luar kemampuannya sendiri, bahwa ada orang-orang yang perlu ditarik paksa dari ketidaksemangatannya. Bodohnya, aku lah orang itu.
 Bunda, ayah, anakmu sedang bermasalah untuk rentang waktu yang lama ini. Aku tersenyum, aku tertawa, tapi tahukah bahwa dalam mimpipun aku menjerit ketakutan. Tapi aku tak bisa mengatakan ini semua padamu, yang ingin aku katakan adalah betapa aku sangat ingin membuat kalian bahagia, bahwa aku bisa melewati semua rasa sakit ini dan mewujudkan mimpi sebagaimana yang aku rajut.
Bunda, ayah, dalam kesendirian ini aku tertatih, ratusan kali mencoba bertahan. Aku baru  tahu ternyata sendiri itu sangat menyakitkan. Jauh lebih pedih. Menangis di tengah gema tawa yang riang. Merasa terpencil ditengah keramaian.
Allah, aku tak mau sendiri. Tolong hapus tangisku ini.

13/02/12

Akan Datang di Waktu yang Tepat

Akhir-akhir ini saya dikejutkan oleh pertanyaan yang sumpah bikin MERINDING, HOROR!! Bukan karena pertanyaannya soal kuntilanak dan sebangsanya, tapi ANEH karena pertanyaan itu datang tanpa tedeng aling-aling meluncur dari mulut orang-orang yang gak disangka-sangka.
Thya, kapan nikah??!!
Aish, untuk sudah masuk ranah pribadi! Apalagi yang bertanya adalah kawan lama, ikhwan pula, yang sama sekali tak pernah berkomunikasi sebelumnya. Terdengar kurang sopan. Sepintas berpikir, jangan-jangan ada udang dibalik bakwan!! makanya itulah saya jadi HOROR.
Hemph, untuk urusan yang satu itu, rasanya bohong kalau saya mengatakan tak pernah memikirkannya. Saya juga perempuan. Menurut riset (pribadi), daya khayal perempuan terhadap pernikahan jauh lebih imajinatif dibanding laki-laki. Maka tak heran persentasi perempuan yang mengungkit pernikahan saat menjalin suatu hubungan dengan laki-laki adalah lebih tinggi dibanding lawan jenisnya.
Tapi untuk ukuran seorang Thya Larasaty, pertanyaan itu masih belum cocok. Saya masih terlalu kekanak-kanakan rasanya. Toh selesai kuliah S1 ini, saya bermimpi kuliah ke Korea Selatan. Wkwkwk, karena keseringan nonton K-drama jadi pengen menjejak tanah ginseng juga. Tapi sumpah deh, keinginan saya kuliah ke sana, real pengen belajar. Syukur-syukur ketemu Oppa YAI sama Oppa Wooyoung sih, hahay.
Thya kapan nikah? Yaks, mendengar pertanyaan itu, saya hanya tersenyum, sebenarnya dalam hati udah pengen marah-marah sama si penanya tapi ada daya mulut terbungkam. Kalau sudah waktunya, semua akan datang kok. Jadi tunggu undangan ajah..
:)

11/02/12

Aku Ingin Bangkit Sekali Lagi

Allah, karena aku ingin bangkit sekali lagi.
Meski lama dan sulit, tapi aku tak mau terus terkapar.
Aku tak mau hanya menikmati cahaya yang bukan milikku.
Bukankah aku pun punya warna? Bukankah aku pun ada hak bersinar?
Maka, aku ingin bangkit sekali lagi.
Hari ini aku jatuh,
rasanya sakit, jauh lebih sakit dari apa yang pernah ku bayangkan.
Hari ini aku tersesat,
jauh lebih dalam dari yang ku perkirakan.
Tampaknya tak ada cara untuk kembali,
Tapi,
Selama pikir ini tersadar,
kesalahan ini akan mengantarkan aku pada yang benar
maka
Allah,
aku hanya ingin bangkit sekali.

08/01/12

Simbol dan Definisi

Akhirnya perasaan yang ku kira hanya bisa ku definisikan, malam itu mendesak untuk disimbolkan. Setitik bening menyembul diujung mataku tak bisa tertahan lagi. Malam itu aku melihat diriku dalam wujud yang sebenarnya, tanpa topeng, tanpa kebohongan. Malam itu juga, lantas aku merasa kasihan pada diriku sendiri. Betapa rapuhnya aku, betapa aku berdaya namun tak berdaya. Perasaan rendah diri dan merasa bahwa aku tak memiliki apapun yang mungkin bisa ku banggakan akhirnya meluncur lancar dari mulutku. Tanpa desakan aku mengatakan rasa sakit yang ku alami selama ini.

Yah, aku hanya ingin didengar. Aku hanya butuh sebuah ruang untuk aku merasa leluasa mengatakan apa yang ingin ku sampaikan. Aku butuh sebuah telinga yang mau mendengar perkataanku tanpa pandangan sebelah mata. Aku butuh sebuah rangkulan, bukan ketidakpedulian semacam ini. Terkadang aku merasa lelah berjuang sendirian, kadang aku butuh sebuah suluh untuk membakar semangatku yang seringkali mengecil. Aku butuh sebuah kepercayaan dan keyakinan. Aku sangat berharap ada sebuah tangan menepuk pundakku seraya berkata, "Ayo Thya, kamu pasti bisa jadi apa yang kamu impikan.."

Tapi semua itu tak ada. Siapa peduli dengan apa yang aku lakukan, siapa yang berkomentar dengan apa yang ku katakan. Aku sendirian di sini. Mungkinkah aku tak cukup layak menjadi bagian dari mereka? Mungkinkah aku berada di tengah orang-orang yang tak bertelinga dan berhati??

Aku hanya ingin sebuah pengakuan bila penghargaan mimpi ku dapatkan. Lagi-lagi hanya dengan menuliskannya aku bisa berkata. Satu-satunya yang bisa ku lakukan.

02/01/12

Aku Hanya Ingin Menulis: Ku Bagi Mimpi denganmu . .

Aku hanya ingin menulis, karena ku kira inilah mimpi yang ternyata tak sempat ku bagi denganmu. Aku hanya ingin merangkai kata demi kata yang tak bisa ku ungkapkan padamu, bukan karena aku takut, tapi mungkin tak pernah ada kesempatan yang membuatku leluasa untuk mengatakannya. Menulis adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan aku denganmu ketika semua ruang sepertinya tertutup untuk kita. Menulis menjadi penghibur saat aku merasa terlambat atas segalanya tentang kita.
Terima kasih karena telah mengajarkan aku menulis, sebuah candu untuk memenuhi waktu saat kenangan memaksaku untuk mengingat tentang kita. Suatu hari nanti ingin rasanya aku membagi tulisanku denganmu. Aku ingin berbagi mimpi denganmu. Aku ingin kita menulis kisah kita bersama, bukan sendiri dan saling terpisah. Yah, lagi-lagi semua kata ini tak akan berarti karena kesadaran yang terlambat ku sadari.
Meski saat ini kita berjauhan dan saling sendiri dalam keterasingan, yakinlah bahwa saat kamu menatap langit maka akupun tengah melakukannya.

01/01/12

Senandung Hujan Di hari Pertama 2012

Rintik sang hujan membuka hari pertama di tahun 2012. Hawa dingin menebar sejak pagi dini hari tadi. Sejujurnya, kaki ku pun seharian ini kedinginan. Enggan rasanya keluar rumah, seenggan matahari untuk menampakkan sinarnya. Hey, padahal aku telah menanti kehadiranmu sejak kemarin, matahari! Tubuh kecilku ingin menantang kehangatanmu di hari 1 Januri 2012 ini. Tapi, ternyata engkau bersembunyi dan malah membiarkan tetes hujan yang menemaniku.
Hujan. Dari balik selimut tebal dan kehangatan ruang kecil kamarku, lagi-lagi engkau yang menemani. Di hari pertama tahun 2012 ini mungkinkah engkau ingin bernostalgia denganku tentang kehangatan yang pernah engkau bagi saat aku berada pada masa yang teramat dingin? Ya, hujan memang selalu menyimpan kenangan tersendiri dalam hidupku. Padanyalah sebagian kisah masa lalu ku titipkan. Tentang sepetak hati yang sunyi ditinggal si penyinggah, tentang sebuah kerinduan yang usang karena tak pernah sempat ku katakan.
Hujan, rintikmu adalah melodi terindah di jagat semesta ini. Sebanyak tetes air yang jatuh, sebanyak itulah aku pernah memanggil-manggil sebuah nama dalam aroma kerinduan yang menggila. Anehnya, hujan selalu mengingatkan aku pada nama tersebut.
Masa itu telah lama, hampir empat tahun yang lalu. Nama itupun sudah tak ku harap lagi kini. Sebagaimana air hujan yang mengalir hingga jauh, ku biarkan nama itupun mengalir jauh dan menguap membumbung tinggi tak tergapai lagi. Aku sudah tak merindukannya, meski masih sering mengingatnya. Ku pikir, aku akan terus menerus terjebak dalam labirin kerinduan padanya. Ternyata tidak, nama itu hanya sebuah persimpangan yang ku lewati menuju dermaga sesungguhnya.
Hujan, Engkaulah saat dimana aku selalu jatuh cinta dan merindu..

24/12/11

Olivia Ong - Fly Me To The Moon




Fly me to the moon
and let me play among the stars
let me see what spring is like on jupiter and mars

in other word hold my hand
in other word darling kiss me

fill my heart with song
and let me sing forever more
you are all i long for all i worship and adore

in other word please be true
in other word i love you

in other word, hold my hand
in other word darling kiss me

fill my heart with song
and let me sing forever more
you are all i long for all i worship and adore

in other word please be true
in other word i love you

23/12/11

Dua Dunia

A Song By : Too Phat feat Siti Nurhaliza

Kau selalu di hati
Takku dekati
Dua dunia kita berbeda

Cinta itu buta
Dan juga boleh membutakan
Melukakan dan sukar untuk kita lupakan
Aku cinta padamu hanyalah ungkapan
Luahan yang jarang bermakna bila diucapkan
Ini pula cerita cinta sang pujangga
Bukan arjuna sita bukan cinta dan rangga
Mungkinkah khayalan akal mainan minda
Atau lamaran puitis dengan hasrat yang indah
Kau selalu di hati tidakku dekati
Sentiasa ada mata jahat yang memerhati
Tapi ku tak rungsing tidak mungkin rindu
Ku pusing lihat wajahmu di setiap penjuru
Senyuman di kaca kisahmu kubaca
Perjuangan kita sama dukamu kurasa
Aku pasrah sahaja pada Yang Esa
Kerna ku tahu dua dunia kita berbeda

Kau selalu di hati
Takku dekati
Dua dunia kita berbeda

Duka di kala malam termimpi-mimpi
Rindu di kala siang mencari-cari
Kasih sebenar tidak bertukar tidak sebentar
Walau dipisah lautan direnangi gelora
Dan kadang kala hanyut bagaikan dua arah
Malu sering bersua tapi jarang bersuara
Kenapa bercinta jika kesudahannya pasrah
Kerna bila dilamun indahnya tidak terkata
Tersimpan hasrat tiada siapa yang mengerti
Harapan menggunung sampai penghujung dinanti
Dipegangkan janji tetap ratu di hati
Dengan izin Tuhan kan bersama kapan hari pasti
Sabarlah menanti kesabaran diuji
Berdoa dalam sujud sejadah ditangisi
Aku pasrah sahaja pada Yang Esa
Kerna ku tahu dua dunia kita berbeda...

Kau selalu di hati
Takku dekati
Dua dunia kita berbeda

Perjuangan seni kita tidak bepenghujung
Jangan tinggal batu bernama tak bepengunjung
Kesabaran menikam Kau tak pernah bermurung
Tetap tersenyum walau kesedihan menyelubung
Bukan rupa parasmu yang jadi ukuran
Atau suaramu yang jadi bahan tuturan
Ku bukan mahu hubungan tapi kejujuran
Hadiah sepatah darimu satu kesyukuran
Tapi bila bertentang mata tidak terbentang kata
Kata apa sahaja...iya tapi tentang apa
Wajahmu yang cantik manis lagi
Senyuman sepasti mentari timur tiap pagi
Realiti sukar diatasi tapi kesudah indah
Harus bermula dengan fantasi
Ku rasa terhoyong-hayang antara dua dunia
Biar khayalan ku melayang.....

Kau selalu di hati
Takku dekati
Dua dunia kita berbeda...

22/12/11

Selamat Hari Ibu

Jam dinding dikamarku sudah menunjukkan lewat tengah malam. Langit dini hari 22 Desemberpun berangsur menampakkan keangkuhannya. Hanya tinggal menunggu fajar pagi untuk menggenapkan hari ini.
Ada yang spesial hari ini. Ada yang selalu spesial hari ini. Setiap tahun, hari ini selalu dijadikan peringatan hari Ibu. Seluruh sudut semesta saling mengucapkan "Selamat Hari Ibu", memberikan sebuah bingkisan atau ungkapan cinta kepada sang Ibu, Mamah, Mamih, Umi, Ummah tercinta seraya mengecup lembut keningnya. Sedangkan yang telah lebih dahulu kehilangan sosok wanita terkasih, melantunkan do'a penuh harap semoga sosok wanita tercinta yang telah begitu berkorban banyak untuk sang anak memperoleh tempat terindah di sisi-Nya.
Hari Ibu adalah hari dimana kita merenungi peran sang Ibu yang sangat luar biasa dalam kehidupan keluarga, entah itu untuk suami maupun anak-anaknya. Ibu adalah sosok juara untuk kita semua, betul kan?
Setiap tahun kita merayakan hari Ibu, namun tak banyak yang tahu asal mula peringatan 22 Desember ini. Hari Ibu atau dikenal juga dengan Mother's Day dirayakan di seluruh penjuru dunia. Tapi tahukah kamu, di Amerika Serikat dan di beberapa negara lainnya perayaan Mother's Day dilakukan setiap minggu ke dua bulan Mei. Sedangkan di negara Eropa dan Timur Tengah, hari yang lebih dikenal dengan International Women's Day diperingati setiap tanggal 8 Maret.
Lalu mengapa di Indonesia Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember?
Begini kisah singkatnya,
Hari ibu diawali oleh sejarah kongres wanita yang dilakukan pada tanggal 22-25 Desember 1928. (Masih inget gak di tahun yang sama apa yang terjadi di bangsa kita? uji sejarah,pen). Kongres tersebut diselenggarakan sebagai tonggak sejarah wanita Indonesia. Wanita Indonesia sangat disadari memiliki peran sentral dalam memperbaiki nasib bangsa. Para pahlawan wanita pun memiliki kekuatan pemikiran untuk kemajuan bangsa. Dalam kongres yang berlangsung di Jogjakarta tersebut, maka dibentuklah Kongres Wanita Indonesia (KOWANI).
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu dilakukan pada tahun 1938. Lalu presiden Soekarno mengeluarkan dekrit No. 316 tahun 1959 yang menetapkan hari Ibu pada tanggal 22 Desember dan dirayakan secara nasional.
Memang sudah sepantasnya kita menghormati sang Ibu tercinta. Ibu, sosok tanpa tanding.
Lebih lengkap liat di link bawah ini aja yah.. :))
selengkapmya

Catatan kecil:
Ibu, seringkali telinga ini mengabaikan nasihatmu, sering pula raut wajah ini menampilkan rona masam dihadapmu. Padahal saat aku tertidur dan lupa memakai selimut, engkau menyampirkan sehelai kain penghangat ke tubuhku. Sayup-sayup kadang masih dapat ku dengar, "Teteh ari bobo teh nganggo slimut atuh, bisi masuk angin.."
Ibu, I Love You. Dasar aku si anak phlegmatis, tak pandai menunjukkan perasaannya. But, I really love u, mom.
U are my everything.

21/12/11

Ini Sepotong Rindu, Teman

Malam itu, tiba-tiba saja aku mengingatmu. Rentetan status yang kamu lemparkan di akun facebook menyeret aku masuk ke dalam ruang masa lalu, saat masih ada aku dan kamu. Saat waktu adalah milik kita. Dulu, saat seragam putih merah masih menempel di badan kita. Saat rumput hijau di depan Masjid Agung masih menjadi tempat kita berbaring setelah lelah berolahraga. Aku memang tak persis ingat bagaimana kita dulu pernah menghabiskan waktu bersama, tapi aku tahu takdir kita pernah bersinggungan satu sama lain. Selepas perpisahan itu, aku tak pernah tahu lagi bagaimana kehidupanmu. Aku tak pernah tahu bahwa kamu pernah melewati masa-masa tersulit sepanjang sejarah hidupmu sampai engkau datang mengirimkan permintaan pertemanan di jejaring sosial Facebook, sampai akhirnya setiap status yang terlontar darimu adalah perasaan luka.
Teman, apa gerangan yang telah terjadi padamu setelah sekian lama kita tak bersua? Malam itu jemariku lincah memainkan mouse. Mengklik ini dan itu di akun facebookmu. Satu per satu, aku seperti menemukan sebuah rangkaian puzzle tentangmu yang hilang dari hidupku. Teman, menyakitkankah  hari yang engkau jalani? Sebuah tawa dan optimisme semasa kecil dulu kamu ubah menjadi rasa skeptis dan apatis. Kelembutan pribadi seorang anak perempuan yang dulu pun seolah terganti dengan ribuan kata penuh hujat dan caci. Teman, apa yang sebenarnya telah kamu alami? Malam itu, lewat akun Facebookmu, aku merasa menemukan sekaligus kehilangan sosokmu teman.
Bingung rasanya, perasaan bersalah tiba-tiba menyerangku. Lagi-lagi aku disadarkan bahwa aku bukanlah orang yang pandai mempertahankan ikatan pertemanan. Betapa aku sangat buta dan tak tahu apa-apa mengenai sosok-sosok yang dulu pernah menjadi teman dalam hidupku. Aku kembali tersadar, bahwa selama ini aku sama sekali tak pernah berusaha kembali menemukan sahabat-sahabat masa kecilku. Selalu saja, mereka, yang pada akhirnya kembali membuka komunikasi denganku.